- Kering
- 300 gr tepung beras NE
- 90 gr gula pasir
- 1 sdt garam
- 700 ml santan (200 ml santan instan + 500 ml air)
- 60 gr tepung tapioka NE (dimasukkan terakhir setelah adonan matang)
- Pewarna makanan pink secukupnya
- Pasta pandan secukupnya
- Kuah Juroh
- 1000 ml santan
- 150 gr gula merah
- 100 gr gula pasir
- 1 sdt garam
- 1 sdt vanila
- 5 lembar daun pandan
- Membuat Petulo
- Campurkan tepung beras, gula pasir, garam, dan santan. Aduk hingga rata dan tidak bergrindil, saring bila perlu.
- Masak adonan sambil diaduk hingga menyatu dan kering, lalu matikan api.
- Masukkan tepung tapioka selagi adonan masih panas, lalu uleni hingga rata.
- Bagi adonan menjadi 3 bagian: satu biarkan putih, satu beri pewarna pink, dan satu beri pasta pandan. Uleni masing-masing hingga warna merata.
- Simpan adonan dalam wadah tertutup agar tidak kering.
- Olesi cetakan kayu dengan minyak.
- Bentuk adonan sesuai cetakan, lalu kukus selama ±10 menit.
- Angkat dari kukusan dan biarkan hingga suhu ruang. Petulo siap disajikan dengan kuah/juroh.
- Kuah Juroh
- Campurkan semua bahan kuah dalam panci.
- Masak sambil diaduk hingga mendidih dan gula larut sempurna.
- Angkat dan sajikan hangat bersama petulo.